Friday, December 22, 2017

Mamah Tina Kuliah Lagi #2

Foto liburan tahun lalu 😆😆

Setelah tulisan petamanya lahir

Disini

Alhamdulillah. Sudah hampir satu semester saja, masa 'kuliah lagi' mamah tina. Banyak sukanya, karena ternyata, beberapa pertanyaan selama mengajar bisa terjawab dengan mengikuti ke kelas-kelasnya.
PG PAUD di sini, dosennya kompeten banget. Gape di bidangnya.

Baca juga: PG PAUD UNINUS

Awal-awal kuliah sempat bingung, ada waktu kosong hanya mata kuliahnya ternyata sudah di ambil. FYI, saya masuk di semester 5. Jadi saya mengambil mata kuliah ke semester 3 dan 1.

Mata kuliah yang diambil pun mayoritas ke-PAUD-an. Inilah beberapa mata kuliahnya:
1. Konsep dasar dan kebijakan PAUD
2. Tahfidz Qur'an #1
3. Anak dan Penataan lingkungan AUD
4. Ilmu Alamiah Dasar
5. Seni rupa AUD
6. Psikolinguistik
7. Bahasa Daerah untuk AUD
8. Bahasa Arab untuk AUD
9. Bioantropologi
10. Perencaan Pembelajaran PAUD
11. pendidikan Anak dalam keluarga
12. Seni Tari AUD

Setiap mata kuliahnya memberikan tugas kelompok dan tugas individu. Ada empat elemen penting nih saat memutuskan kuliah lagi buat saya. Yaitu:

1. Manajemen Waktu
Jujur, agak hah heh hoh menjalani setiap harinya. Tapi, selalu ada waktu untuk menyelesaikan semuanya tepat waktu. Semoga bertahan hingga akhir masa kuliah nanti.
Jadi, saya fokuskan tugas sekolah selesai di sekolah dan tugas kampus diselesaikan di rumah. Itupun memotong jam tidur. Alhamdulillah, saya tipikal morning person. Gimana pun, selalu bisa bangun pagi. Walau semalam bergadang menyelesaikan tugas kampus.
Bagaimana dengan memasakkan suami dan anak. Nah.. Ini nih.. Tugas yang selalu menjadi prioritas akhir. Untuk Aang, alhamdulillah ada aa penjual MP-ASI setiap pagi.. Andalan.

2. Manajemen Tugas
Tugas domestik rumahtangga, bertambah dengan tugas kuliah dong.. Otomatis.  Tetap saja, eksekusinya tengah mala. Yaaa....

3. Manajemen Keluarga

"Na, aya ondangan ti ..." 1
"Arisan keluarga tong poho, sabulan sakali"2
"Mamah neng, kapan ke maduranya, meni lama-lama teuing"3

Yahh.. Kesemuanya berakhir dengan kata "ya, tapi..."

Prakteknya? Ke undangan nitip aja, ke arisan bentrok aja dengan jadwal kunjung ke mertua dan ke madura... Insya Allah jadi.

4. Manajemen Hiburan

😊 agak maksa ya untuk poin 4. Mengapa? to keep us sane, people!
Hiburan receh mah.. Cukup nonton di rumah aja.

Hiburan ribuan, mulai nonton di bioskop, makan di luar, ngopi cantik dan ya... Sedikit shopping

Hiburan agak mahal, setelah menabung akhirnya bisa merencanakan. silaturahmi ke sodara jauh..

Kuliah adalah tugas, tugas dan tugas. Tapi kita bisa siasati dengan manajemen gmana nemen di atas.

Semangat menunt






Tuesday, November 21, 2017

There goes my hero...

Selamat Jalan Bapak...

(sambil putar lagu“Putih” dan “Kuning”-ERK Album Sinestesia)

Cerita awal kuliah saya adalah ketika bapak tujuh hari meninggalkan kami semua.

Dengan penuh semangat saya menceritakan keinginan-keinginan saya sebelum anak kedua saya lahir, saya ingin melanjutkan sekolah, ingin menimba ilmu ke-PAUD-an lebih dalam lagi dan ingin merintis membuat sekolah PAUD saya sendiri. Bapak, mendukung dengan tetap menanyakan bagaimana anak-anak nanti.

Bapak beberapa tahun, sebelum tahun 2017, selalu menyempatkan diri untuk shalat berjamaah di mesjid. Shalat subuh dan shalat maghrib, utamanya. Bapak selalu menengok cucu-cucunya, Aang dan Neng sebelum ke mesjid dan setelah dari mesjid, anak-anak pun selalu mencium tangan bapak. Rutinitas ini selalu kami lakukan setiap subuh dan maghribnya.

“Barudak araya?1”, ucapnya
“Aya2”, jawabku.

Kemudian bapak mengucap salam dan berangkat menuju mesjid. Suatu sore, bapak sudah siap dengan sendalnya dan duduk di teras. Bapak melamun. Tak biasanya. Beberapa hari sebelum beliau meninggalkan kami pun, mamah menceritakan, bapak sangat pendiam. Ia tak banyak berbicara.

Kejadian bapak berpulang sabtu pagi itu, tanggal 23 Spetember 2017, masih terrekam jelas. Saya sedang masak di dapur, mamah sedang di warung. Suami saya hendak berjalan-jalan dengan anak kedua kami.

“Abah!3”, tanya suami saya mengajak anak kedua kami untuk memanggil kakeknya.
“Kulan4”, jawab bapak.

Selang beberapa detik setelah itu, bapak menghembuskan nafas terakhirnya. Suami, seketika memberikan anak kedua kami, kepada tetangga yang berdiri di tempat bapak terjatuh. Seraya mengangkat bapak yang sudah tak sadarkan diri. Kami menidurkannya di ruang tengah.

Saya berusaha untuk mencarikan mobil, agar bapak bisa dibawa ke Rumah Sakit secepatnya. Walaupun, beberapa orang sudah mengetahui bahwa bapak sudah tiada. Namun tak berani mengutarakannya. Mobil pun datang kami segera ke Rumah Sakit. Suami yang mendampingi bapak, di tengah perjalanan menitikan air matanya dan berkata,

“Na, tos teu aya, bapa na ge5”, ucapnya tersedu.
“Astagfirullah. Ga pokok na, ka IGD heula6”,jawab saya tak percaya, suami memegangi tangan mertuanya dan tangan saya.

Setibanya di IGD, dokter pun berkata demikian, Bapak sudah tiada. Saya mengangis dan memeluk bapak. Menciumi tangannya yang telah memangku saya, membesarkan saya dan mencarikan nafkah untuk keluarganya yang diakhir hidupnya tak lepas dengan tasbih dan Alquran. Kemudian saya ciumi kakinya yang telah  mendampingi saya dan mendorong saya untuk selalu menuju ke arah kebaikan.

Selamat Jalan Bapak!
Sampai kita bertemu lagi nanti. Insya Allah.

Kuliah pun dimulai seminggu setelah bapak berpulang. Tak kan saya sia-siakan sisa umur yang diberi juga amanah bapak untuk selalu menuntut ilmu dan melakukan apapun dengan penuh tanggung jawab. Penyakit jantung bapak yang menyebabkan kematiannya, dokter memberikan diagnosis. persis, di semester 4 saya kuliah dulu, tahun 2007, bapak mengalami serangan jantung yang pertama. tahun 2017 ini, bapak sempat mengalami serangan jantung yang kedua, sempat melakukan pengobatan. Namun, Allah berkehendak lain. Tepat di semester 5, kuliah saya baru mulai.


Catatan:
1”anak-anak ada”
2”ada”
3”Kakek”
4”Apa”
5”Na (panggilan suami ke saya), bapak sudah tiada”

6”Ke IGD dulu”

Sunday, August 20, 2017

Kenapa kita tidak boleh berkata 'maaf'?


Inilah 'mungkin' yang ada dibenak beberapa orang ketika diberi amanah untuk memimpin:

Sebenarnya, saya tuh males ditunjuk jadi pemimpin.
Duh, ngapain yah, kalo bikin kegiatan besar itu? mulai dari mana cobaaa
Ribet ahhhh.. males. Lagi ga mood.

Kata maaf adalah kata-kata teraman sebelum kita mencoba. Ketika ada gesekan dengan teman kerja, kata maaf seolah akan membuat hubungan kita baik-baik aja, padahal enggak... iya gak?
Karena bekerja dengan orang lain itu ternyata membutuhkan skill tertentu lohh.. dan sayangnya, di masa sekolah saya dulu, saya tidak terpapar dengan kegiatan yang berhubungan dengan leadership.
  
Sebagai tim HRD baru di tempat saya bekerja, saya mulai mencari mengenai apa itu HUMAS, apa itu Manajemen Sekolah, sampai menjadi penanggung jawab event selama setahun. Tantangan besar buat saya. Pun menjadi batu loncatan. Ternyata menjadi pemimpin itu tidak mudah. 
Sementara di sekolah, setiap harinya anak-anak di sekolah diajarkan untuk menjadi "Khalifah of the day." Bagaimana dengan ibu guru? Kami memulainya dengan menjadikan masing-masing guru host ketika rapat mingguan, supaya ibu guru pun kebagian menjadi pemimpin rapat.

Tentunya, setiap karyawan yang memiliki atasan, tempat kita melaporkan kemajuan kerja, kendala dan sebagainya. Pun sebagai pemimpin diskusi kelompok panitian Event dan juga sebagai guru mata pelajaran semua level satu-satunya, ya, itu membuat saya mengetahui karakter masing-masing guru dan mulai dapat memetakan potensi, kekurangan dan peluang apa yang dapat dikembangkan dari guru tersebut. Istilahnya, menjadi observer dadakan. Tetapi, hal itu sama juga kok seperti mengenal kembali anak-anak pada awal masa sekolah. Hanya dipermukaannya, dengan bantuan catatan tertulis masing-masing guru ketika melamar masuk ke Sekolah.

Ya, apa hubungannya dengan etika memaafkan, dilihat dari kaca mata seorang leader? Kok bisa sih.. ada kata-kata maaf. Itu tidak dapat diterima. Sungguh dalam satu institusi, maaf, adalah kata terakhir, yang dapat diucapkan, yang sebenarnya bisa dihindari dengan tetapi mengacu pada rencana. 

Pertanyaannya, sematang apa rencananya?. Maaf juga tidak diterima ketika komunikasi antara leader dan anak buah tidak ada. komunikasi di sini adalah bersama melihat kembali rencana, mengerjakan bersama dan bertanggungjawab. 
Terakhir adalah kepemimpinan, salah satu aspek ini jatuh pada pola asuh orang tua kita dahulu, apakah mereka tipikal orang tua yang menyuapi segalanya? mengerjakan segalanya untuk anak, atau tipe yang memutuskan apa pun untuk anak? 

Jangan Khawatir, leadership skill ini ternyata memang skills yang penting yang harus dimiliki setiap manusia. Percayalah.


Tunggu artikel selanjutnya.. Ya!

Sumber foto: http://samluce.com/2016/07/teaching-kids-say-sorry-isnt-good/

Tuesday, July 25, 2017

Mamah Tina Pindah Kuliah

Kok labil banget sih judulnya.
Seperti ABG saja.

Persis mimik muka Aang yang "apaan lagi sih ini", Neng yang "hedeuh" dan saya yang kekeuh. (Baca: pantang menyerah). Hahaha..

Begitulah diumur 30 ini, sepertinya aktualisasi diri sangat saya butuhkan.

Kita tak pernah tahu, kapan kita jatuh cinta, dimana dan sama siapa. Kan??

Sama halnya dengan profesi yang digeluti dengan jurusan S1 yang dulu diambil. tahun ini, waktunya kembali ke bangku kuliah.

Duhh.. Ga bisa mengelak lagi dari "kangen jaman kuliah yaaa" ini mah udah fix, selamat riweuh!


Eits, dengan motto mommy super, I
nsya Allah bisa. Saya tipe wanita yang percaya jika kita bisa bekerjasama dengan pasangan, selalu menjadi lebih ringan. Kode keras ke suami yang setiap subuh hingga pagi harus ikut berjibaku dengan pekerjaan rumah juga mengurus anak. Sebelum kami masing-masing beraktivitas.


Alhamdulillah ridho suami, sebagai jalan sukses. Amin.

Baca juga: perbandingan S1 PGPAUD di Bandunghttps://tinaafandi.blogspot.co.id/2017/02/education-perbanding-s1-pg-paud-kelas.html?m=1

Jadi bagaimana pembagian tugas dan durasi selama penjajakan ke aktivitas harian dimasa kuliah nanti? yang hanya sebulan lagi dan masa adaptasi membawa serta si sulung ikut sekolah fullday di TK tempat saya begitu mengajar?

Yuk simak!

04.00
Ke bangun karena aang pup, minta nenen atau ingin ke wc. Pasti bangun. Ga bisa ditawar-tawar. Jika masak sudah selesai semalam. Subuh ini bisa ME Time dulu, cek, mau ngapain aja seharian.

04.15-04.30
Jam-jam anak-anak bangun, langsung suami dibangunkan juga. Giliran jagain krucils. Sesekali toilet break, shalat  dan sekadar cek-cek notif. Bentaran. Biasanya cek pake seragam apa.. Sebagai ibu guru TK, seragam itu krusial sekali. Plus, eye liner dan pensil alis tentunya.


04.30-05.30
Siapin makanan suami, bekel anak (nasi tim untuk aang & nasi untuk neng). neng, aang dan bapak nonton, main, nyusu dan sarapan subuh.

05:30-06.00
Mandi. setelah saya selesai. Giliran suami mandiin teteh, aang ikut mamah dandan. Nenek atau kakek datang jemput Aang. Neng dan mamah siap berangkat. Aang sedang sarapan saat kami berangkat. Bapak akhirnya bisa nikmati pagi sebelum siap ke kantor/ke proyek.

Senin-jumat selalu seperti ini. Sabtu-mingggu bisa rada lenyeh-lenyeh dikit kalau tidak ada acara keluar. Kalau ya, sama saja sihhh..

Nahhh nanti setelah kuliah, sabtu akan menjadi subuh yg paling sibuk. Mamah berangkat kuliah jm 5.30, perjalanan cimahi-buahbatu. Kuliah jam 7 Sampai Magrib.

Bagaimanakah ke-heboh-an dan time schedule disaat kuliah nanti?

Bismillah ajah. 🙏


Wednesday, May 24, 2017

EDUCATION: PENTAS SENI DAN DRAMA MUSIKAL SISWA-SISWI PG-TK ASSALAAM DI TRANS STUDIO BANDUNG

 Hari itu, hari rabu, tanggal 17 Mei 2017 bertempat di Trans Studio Bandung (TSB). Pagi-pagi sekali, anak-anak datang ke Trans Studio Bandung dengan mengenakan kostum dan riasan yang serasi. Ada yang menggunakan kostum lengser, kebaya, pramugari, pilot dan lainnya. Lucu dan menggemaskan. Ada apa ya? Sepertinya akan ada penampilan spesial. Iya betul sekali, hari itu adalah hari pelepasan siswa-siswi TK B TK Assalaam Bandung dan juga akan ada pentas seni berupa Drama Musikal “Ibing Ngalalana”. Setelah berkumpul di gerbang Trans Studio Bandung, siswa-siswi, orang tua dan undangan segera melakukan daftar ulang dan masuk ke area TSB dan berfoto per kelas. Anak-anak dan orang tua terlihat antusias dan bahagia ketika sesi berfoto dengan teman satu kelas beserta ibu-ibu guru. Tak lupa satu dua orang tua pun mengabadikan foto anaknya sebelum memasuki gedung Trans City Theater (TCT).
Acara Pentas Seni dan pelepasan siswa-siswi TK Assalaam kali ini menampilkan drama musikal yang diperankan oleh siswa-siswi kelas B dan tampilan tari oleh seluruh siswa-siswi Playgroup, TK A dan TK B. Acara tahunan ini bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri, kerjasama dan kreativitas antar siswa dan juga guru. Setelah memasuki gedung TCT, siswa-siswi PG-TK Assalaam berpisah dengan orang tua untuk bersiap-siap di belakang panggung, berganti kostum, memperbaiki riasan dan tampil.
Tibalah waktu yang dinantikan, tepat pukul  9.00 WIB, orangtua dan undangan sudah duduk di kursinya masing-masing. MC membuka acara. Kemudian, salah satu siswa dari kelompok B membacakan ayat suci Al-Qur’an. Para penonton pun khidmat mendengarkannya. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Assalaam, K.H. Drs. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus, menjelaskan mengenai sejarah TK Assalam dan perkembangannya hingga saat ini. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Kepala TK Assalaam Bandung, Ibu Kartika Dewi Puspandani, S.I.P, beliau mengajak orangtua untuk mengapresiasi tampilan anak-anak, berterimakasih atas kerjasama dalam mendidik buah hati dan ucapan selamat jalan kepada siswa-siswi TK B yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar (SD).
Para orang tua dan tamu undangan sudah terlihat antusias untuk menonton tampilan anak-anak. Suara instrumen tari lengser pun terdengar. Satu per satu anak mulai berlarian memenuhi panggung dan penonton takjub dengan suguhan yang ditampilkan. Sepasang perwakilan dari siswa-siswi TK B telah bersiap di depan panggung, beserta ibu Kepala TK Assalaam. Ketika pembacaan puisi perpisahan, setiap penari begitu khusyuk mendengarkan puisi perpisahan tersebut.
Drama musikal dimulai tak lama setelah lengser berakhir, Ibing memasuki panggung dan mulai memainkan perannya dengan percaya diri. Satu persatu kelas pun menampilkan dua tarian, dan berganti pakaian di sela-sela waktu tampil. Drama musikal yang diusung oleh panitia kali ini adalah mengenai “Ibing Ngalalana”, dimana penonton diajak Ibing berkelanan berkeliling dunia, ke India, Cina, Inggris dan Arab. Penonton diajak untuk mengenal tempat dan tarian dari berbagai negara oleh Ibing, yang pada akhirnya, Ibing ternyata hanya bermimpi dan tersadar jika dirinya yang suka berbohong harus segera bertobat. Acara pensi berakhir dan orang tua terlihat bangga menyaksikan anak-anak tampil. Setelah itu, anak-anak dan orang tua menikmati wahana yang ada di Trans Studio Bandung. “Good Job!” seru salah satu orangtua kepada anaknya seraya memeluk sang anak.
Sambutan Ketua Yayasan Assalaam
 Sambutan kepala TK Assalaam Bandung

 Tampilan tari "Cinta Rupiah"
 Adegan Ibing bertemu Pak Mali di Cina
 Tari India
 Tari Barbie Girl


Tari Pokemon

Tari cingcangkeling


Ibing di Mekah

Tari Arab

Ibing di India

Tari Somse


 Tari Cina
Tari Menanam Jagung

Tari Telepon

Lengser


Tari pesawatku

Tari Orang Kaya

Tari Mojang Priyangan
Doc foto : Orang Tua Murid


Saturday, April 8, 2017

Education: TIPS KETIKA MEMUTUSKAN UNTUK BERPROFESI SEBAGAI GURU

Berhubung sebentar lagi akan menjelang akhir tahun ajaran. Voila tulisan kali ini, sharing tips ketika memutuskan untuk berprofesi sebagai guru. Selamat membaca!

Saya selalu pro dengan yang namanya perubahan dan kemajuan. Satu sekolah dikatakan  sekolah unggulan ketika komponen-komponen pendukungnya saling bersinergi membangun dan menghadirkan program-program dan layanan yang prima. Salah satu indikator kemajuan sekolah adalah gurunya.

Betapa tidak ketika guru memiliki kesadaran penuh bahwa dirinya harus selalu berusaha untuk memperbaiki diri, belajar hal baru dan juga terbuka terhadap perubahan yang ada, disitulah letak keunggulan pribadi seorang guru. Kegiatan rutin mengajar dengan level yang sama dan RPP yang sama setiap tahunnya, menjadi salah satu pemicu zona aman guru.

Pengalaman saya mengajar 5 tahun di PG TK, Saya selalu berusaha ada pembaharuan di setiap tahunnya, ada target yang ingin dicapai, baik dalam skala kurikulum, manajemen kelas, output anak ataupun tahapan pembelajarannya. Pun penggunaan media pembelajaran, metode pembelajaran dan juga evaluasi pembelajaran selalu mengalami perubahan untuk tema yang dirasa kurang menarik atau harus ditambah ini itu.

Komitmen diri
Ketika kita sudah mengajar pada level yang sama dalam kurun waktu minimal 3 tahun, setuju tidak sih, kita mendambakan kelas, murid dan ortu yang seperti ini dan itu. Jelas normal. Ketika kita bertemu dengan kelas baru di tahun ajaran yang baru, kita akan menghadapi berbagai macan tipe anak  ketika di kelas. Pasti kita punya memiliki keinginan untuk membentuk anak didik kita seperti apa. Jangan membicarakan kurikulum yang kita pakai ya.. itu sih sudah jelas harus tersampaikan. Tapi, keinginan pribadi ketika membentuk anak didik kita kelak.. contohnya: ingin anak didik kita lebih percaya diri, jika mayoritas dari mereka masih malu-malu, atau  ingin anak kita lebih mandiri, jika mayoritas dari mereka masih tergantung kepada orang dewasa. Setiap guru memiliki data khusus setiap anak, catatan perkembangannya dan juga harapan orang tua. Komitmen diri  berarti siap dengan strategi-strategi untuk mencapai keinginan kita tersebut.

Kreativitas
Seorang guru dituntut juga untuk dapat mengalirkan ilmu pengetahuan kepada anak dengan cara yang semenarik mungkin. Saya senang bereksperimen dengan media pembelajaran. Ketika kita menggunakan media pembelajaran yang beragam, maka proses pembelajaran lebih variatif dan tidak mudah ditebak oleh murid. Media pembelajaran ini bisa menggunakan banyak sumber dan bentuknya. Zona nyaman seorang guru adalah ketika metode dan media pembelajarannya itu-itu aja, mudah ditebak dan tidak menarik. Terkadang guru juga buntu untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam  media pembelajaran. Terlalu malas untuk mencari data dan sumber pembuatan media pembelajaran. Dibutuhkan suatu wadah untuk memfasilitasi guru-guru dalam berbagi kreativitas dalam pemuatan media pembelajaran, sepertimya. Iya ga sih?

Evaluasi diri
Menyoal evaluasi diri, ketika guru dinilai kinerjanya sesuai dengan apa yang telah ia lakukan. Mulai dari penampilan, kreativitas dalam pembuatan RPPM, Tehnik mengajar, Administrasi kelas dan hubungan antara guru-ortu, guru-guru dan guru-murid bisa dinilai dan menjadi inidikator apakah guru tersebut layak mendapat peringkat sebagai guru yang baik, kurang baik atau bahkan, guru yang excellent.


Tidak ada seorangpun yang sehandal diri kita, dalam mengkritisi dan mengubah langkah kedepan. Sekian tips ala ala Miss Tina. Bagaimana dengan guru-guru di luar sana? Sama kah? Sharing ide sangat terbuka lho.. Terimakasih.

Saturday, March 11, 2017

Motherhood: MP-ASI untuk si Aang Jalu

Tidak terasa, sekarang si bayi sudah akan memasuki bulan ke-enam. Yeay! Alhamdulillah, seperti tetehnya dulu, si dede juga harus campur ASInya dengan Sufor. Ketika mamahnya mengajar, dede minum susu formula saja, mamah pulang, dede lanjut minum ASI. Produksi ASI saya alhamdulillah, 3-4 botol 75ml per harinya, sementara si dede membutuhkan 4-5 botol 100ml per hari ditinggal, tekor ya.. it’s okay, dede, mom did her best, we should be greatful for it!

Saat hamil, lahiran anak  kedua, kemudian  mengurusnya hingga 2 bulan di rumah saat masa cuti dan ditinggal mengajar kok, santai banget. Sakit sedikit, tidak seheboh tetehnya, kalem banget menjalani keseharian dengan si dede. Saat pagi dan sore hari pun, kami, saya, teteh, suami dan dede bisa melewati quality time kami, sekedar mengajak  bermain si dede, ngobrol atau melihat tetehnya yang dengan berbagai cara mengajak dedenya bemain dan mulai mengatur dedenya.

Suatu sore, saat dede menyusu dan gusinya gatal karena mau tumbuh gigi. Si teteh ngobrol sama dede.

Sekar: Dede, kalo nenen jangan gigit-gigit nenen mamah ya! kasian, sakit.
Saya: ....  (senang, terharu dan mulai berpikir, saya segitunya yaa kalau ngomong, waduh)

Makanan pertama si dede, sepertinya akan jatuh kepada buah favorit keluarga kecil kami. Pisang. Yes, si teteh bisa habis 3-4 pisang sehari loh.. bapaknya? Sama. Pakai susu oke, dimakan begitu saja, ayo. Wihh.. dapat ide, top 5 makanan favorit keluarga Afandi. Nantikan reviewnya ya!

Oke kembali lagi ke MP-ASI Aang, selain pisang, pilihan kedua adalah kentang. Kentang dikukus dan dihaluskan lalu dicampur ASI atau sufor. Pilihan ketiga jatuh ke buah kukus: Apel. Rasanya yang lembut cocok untuk si dede yang baru mengenal makanan. Pilihan keempat adalah sayur kukus dan dihaluskan: wortel. Kemudian yang terakhir adalah kue khusus bayi yang bisa jadi finger food dan juga bisa dilumerkan pakai air. Wahhh.. saya menghindari MP-ASI instant, tapi untuk jaga-jaga, kehabisan ide, boleh lah kita nyetok.
Setelah mencari tahu diberbagai sumber, ini dia bahan-bahan untuk memebuat MP-ASI, nanti. Semoga Rajin!
Sumber karbohidrat: 
beras putih, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar kuning/merah, ubi jalar ungu, labu kuning, sukun dan arrowroot (tepung garut).
Sumber vitamin, mineral dan serat: 
avokad, pisang ambon, pepaya, melon, apel merah, pir hijau, wortel, bayam erah, bayam hijau, daun katuk, daun labu, tauge, brokoli, kembang kol, labu air, jamur, zukini dan bit. 
Sumber protein: 
kacang hijau, kacang kedelai.