Tuesday, July 25, 2017

Mamah Tina Pindah Kuliah

Kok labil banget sih judulnya.
Seperti ABG saja.

Persis mimik muka Aang yang "apaan lagi sih ini", Neng yang "hedeuh" dan saya yang kekeuh. (Baca: pantang menyerah). Hahaha..

Begitulah diumur 30 ini, sepertinya aktualisasi diri sangat saya butuhkan.

Kita tak pernah tahu, kapan kita jatuh cinta, dimana dan sama siapa. Kan??

Sama halnya dengan profesi yang digeluti dengan jurusan S1 yang dulu diambil. tahun ini, waktunya kembali ke bangku kuliah.

Duhh.. Ga bisa mengelak lagi dari "kangen jaman kuliah yaaa" ini mah udah fix, selamat riweuh!


Eits, dengan motto mommy super, I
nsya Allah bisa. Saya tipe wanita yang percaya jika kita bisa bekerjasama dengan pasangan, selalu menjadi lebih ringan. Kode keras ke suami yang setiap subuh hingga pagi harus ikut berjibaku dengan pekerjaan rumah juga mengurus anak. Sebelum kami masing-masing beraktivitas.


Alhamdulillah ridho suami, sebagai jalan sukses. Amin.

Baca juga: perbandingan S1 PGPAUD di Bandunghttps://tinaafandi.blogspot.co.id/2017/02/education-perbanding-s1-pg-paud-kelas.html?m=1

Jadi bagaimana pembagian tugas dan durasi selama penjajakan ke aktivitas harian dimasa kuliah nanti? yang hanya sebulan lagi dan masa adaptasi membawa serta si sulung ikut sekolah fullday di TK tempat saya begitu mengajar?

Yuk simak!

04.00
Ke bangun karena aang pup, minta nenen atau ingin ke wc. Pasti bangun. Ga bisa ditawar-tawar. Jika masak sudah selesai semalam. Subuh ini bisa ME Time dulu, cek, mau ngapain aja seharian.

04.15-04.30
Jam-jam anak-anak bangun, langsung suami dibangunkan juga. Giliran jagain krucils. Sesekali toilet break, shalat  dan sekadar cek-cek notif. Bentaran. Biasanya cek pake seragam apa.. Sebagai ibu guru TK, seragam itu krusial sekali. Plus, eye liner dan pensil alis tentunya.


04.30-05.30
Siapin makanan suami, bekel anak (nasi tim untuk aang & nasi untuk neng). neng, aang dan bapak nonton, main, nyusu dan sarapan subuh.

05:30-06.00
Mandi. setelah saya selesai. Giliran suami mandiin teteh, aang ikut mamah dandan. Nenek atau kakek datang jemput Aang. Neng dan mamah siap berangkat. Aang sedang sarapan saat kami berangkat. Bapak akhirnya bisa nikmati pagi sebelum siap ke kantor/ke proyek.

Senin-jumat selalu seperti ini. Sabtu-mingggu bisa rada lenyeh-lenyeh dikit kalau tidak ada acara keluar. Kalau ya, sama saja sihhh..

Nahhh nanti setelah kuliah, sabtu akan menjadi subuh yg paling sibuk. Mamah berangkat kuliah jm 5.30, perjalanan cimahi-buahbatu. Kuliah jam 7 Sampai Magrib.

Bagaimanakah ke-heboh-an dan time schedule disaat kuliah nanti?

Bismillah ajah. 🙏


Wednesday, May 24, 2017

EDUCATION: PENTAS SENI DAN DRAMA MUSIKAL SISWA-SISWI PG-TK ASSALAAM DI TRANS STUDIO BANDUNG

 Hari itu, hari rabu, tanggal 17 Mei 2017 bertempat di Trans Studio Bandung (TSB). Pagi-pagi sekali, anak-anak datang ke Trans Studio Bandung dengan mengenakan kostum dan riasan yang serasi. Ada yang menggunakan kostum lengser, kebaya, pramugari, pilot dan lainnya. Lucu dan menggemaskan. Ada apa ya? Sepertinya akan ada penampilan spesial. Iya betul sekali, hari itu adalah hari pelepasan siswa-siswi TK B TK Assalaam Bandung dan juga akan ada pentas seni berupa Drama Musikal “Ibing Ngalalana”. Setelah berkumpul di gerbang Trans Studio Bandung, siswa-siswi, orang tua dan undangan segera melakukan daftar ulang dan masuk ke area TSB dan berfoto per kelas. Anak-anak dan orang tua terlihat antusias dan bahagia ketika sesi berfoto dengan teman satu kelas beserta ibu-ibu guru. Tak lupa satu dua orang tua pun mengabadikan foto anaknya sebelum memasuki gedung Trans City Theater (TCT).
Acara Pentas Seni dan pelepasan siswa-siswi TK Assalaam kali ini menampilkan drama musikal yang diperankan oleh siswa-siswi kelas B dan tampilan tari oleh seluruh siswa-siswi Playgroup, TK A dan TK B. Acara tahunan ini bertujuan untuk memupuk rasa percaya diri, kerjasama dan kreativitas antar siswa dan juga guru. Setelah memasuki gedung TCT, siswa-siswi PG-TK Assalaam berpisah dengan orang tua untuk bersiap-siap di belakang panggung, berganti kostum, memperbaiki riasan dan tampil.
Tibalah waktu yang dinantikan, tepat pukul  9.00 WIB, orangtua dan undangan sudah duduk di kursinya masing-masing. MC membuka acara. Kemudian, salah satu siswa dari kelompok B membacakan ayat suci Al-Qur’an. Para penonton pun khidmat mendengarkannya. Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Yayasan Assalaam, K.H. Drs. Habib Syarief Muhammad Al-Aydarus, menjelaskan mengenai sejarah TK Assalam dan perkembangannya hingga saat ini. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari Kepala TK Assalaam Bandung, Ibu Kartika Dewi Puspandani, S.I.P, beliau mengajak orangtua untuk mengapresiasi tampilan anak-anak, berterimakasih atas kerjasama dalam mendidik buah hati dan ucapan selamat jalan kepada siswa-siswi TK B yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Dasar (SD).
Para orang tua dan tamu undangan sudah terlihat antusias untuk menonton tampilan anak-anak. Suara instrumen tari lengser pun terdengar. Satu per satu anak mulai berlarian memenuhi panggung dan penonton takjub dengan suguhan yang ditampilkan. Sepasang perwakilan dari siswa-siswi TK B telah bersiap di depan panggung, beserta ibu Kepala TK Assalaam. Ketika pembacaan puisi perpisahan, setiap penari begitu khusyuk mendengarkan puisi perpisahan tersebut.
Drama musikal dimulai tak lama setelah lengser berakhir, Ibing memasuki panggung dan mulai memainkan perannya dengan percaya diri. Satu persatu kelas pun menampilkan dua tarian, dan berganti pakaian di sela-sela waktu tampil. Drama musikal yang diusung oleh panitia kali ini adalah mengenai “Ibing Ngalalana”, dimana penonton diajak Ibing berkelanan berkeliling dunia, ke India, Cina, Inggris dan Arab. Penonton diajak untuk mengenal tempat dan tarian dari berbagai negara oleh Ibing, yang pada akhirnya, Ibing ternyata hanya bermimpi dan tersadar jika dirinya yang suka berbohong harus segera bertobat. Acara pensi berakhir dan orang tua terlihat bangga menyaksikan anak-anak tampil. Setelah itu, anak-anak dan orang tua menikmati wahana yang ada di Trans Studio Bandung. “Good Job!” seru salah satu orangtua kepada anaknya seraya memeluk sang anak.
Sambutan Ketua Yayasan Assalaam
 Sambutan kepala TK Assalaam Bandung

 Tampilan tari "Cinta Rupiah"
 Adegan Ibing bertemu Pak Mali di Cina
 Tari India
 Tari Barbie Girl


Tari Pokemon

Tari cingcangkeling


Ibing di Mekah

Tari Arab

Ibing di India

Tari Somse


 Tari Cina
Tari Menanam Jagung

Tari Telepon

Lengser


Tari pesawatku

Tari Orang Kaya

Tari Mojang Priyangan
Doc foto : Orang Tua Murid


Saturday, April 8, 2017

Education: TIPS KETIKA MEMUTUSKAN UNTUK BERPROFESI SEBAGAI GURU

Berhubung sebentar lagi akan menjelang akhir tahun ajaran. Voila tulisan kali ini, sharing tips ketika memutuskan untuk berprofesi sebagai guru. Selamat membaca!

Saya selalu pro dengan yang namanya perubahan dan kemajuan. Satu sekolah dikatakan  sekolah unggulan ketika komponen-komponen pendukungnya saling bersinergi membangun dan menghadirkan program-program dan layanan yang prima. Salah satu indikator kemajuan sekolah adalah gurunya.

Betapa tidak ketika guru memiliki kesadaran penuh bahwa dirinya harus selalu berusaha untuk memperbaiki diri, belajar hal baru dan juga terbuka terhadap perubahan yang ada, disitulah letak keunggulan pribadi seorang guru. Kegiatan rutin mengajar dengan level yang sama dan RPP yang sama setiap tahunnya, menjadi salah satu pemicu zona aman guru.

Pengalaman saya mengajar 5 tahun di PG TK, Saya selalu berusaha ada pembaharuan di setiap tahunnya, ada target yang ingin dicapai, baik dalam skala kurikulum, manajemen kelas, output anak ataupun tahapan pembelajarannya. Pun penggunaan media pembelajaran, metode pembelajaran dan juga evaluasi pembelajaran selalu mengalami perubahan untuk tema yang dirasa kurang menarik atau harus ditambah ini itu.

Komitmen diri
Ketika kita sudah mengajar pada level yang sama dalam kurun waktu minimal 3 tahun, setuju tidak sih, kita mendambakan kelas, murid dan ortu yang seperti ini dan itu. Jelas normal. Ketika kita bertemu dengan kelas baru di tahun ajaran yang baru, kita akan menghadapi berbagai macan tipe anak  ketika di kelas. Pasti kita punya memiliki keinginan untuk membentuk anak didik kita seperti apa. Jangan membicarakan kurikulum yang kita pakai ya.. itu sih sudah jelas harus tersampaikan. Tapi, keinginan pribadi ketika membentuk anak didik kita kelak.. contohnya: ingin anak didik kita lebih percaya diri, jika mayoritas dari mereka masih malu-malu, atau  ingin anak kita lebih mandiri, jika mayoritas dari mereka masih tergantung kepada orang dewasa. Setiap guru memiliki data khusus setiap anak, catatan perkembangannya dan juga harapan orang tua. Komitmen diri  berarti siap dengan strategi-strategi untuk mencapai keinginan kita tersebut.

Kreativitas
Seorang guru dituntut juga untuk dapat mengalirkan ilmu pengetahuan kepada anak dengan cara yang semenarik mungkin. Saya senang bereksperimen dengan media pembelajaran. Ketika kita menggunakan media pembelajaran yang beragam, maka proses pembelajaran lebih variatif dan tidak mudah ditebak oleh murid. Media pembelajaran ini bisa menggunakan banyak sumber dan bentuknya. Zona nyaman seorang guru adalah ketika metode dan media pembelajarannya itu-itu aja, mudah ditebak dan tidak menarik. Terkadang guru juga buntu untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam  media pembelajaran. Terlalu malas untuk mencari data dan sumber pembuatan media pembelajaran. Dibutuhkan suatu wadah untuk memfasilitasi guru-guru dalam berbagi kreativitas dalam pemuatan media pembelajaran, sepertimya. Iya ga sih?

Evaluasi diri
Menyoal evaluasi diri, ketika guru dinilai kinerjanya sesuai dengan apa yang telah ia lakukan. Mulai dari penampilan, kreativitas dalam pembuatan RPPM, Tehnik mengajar, Administrasi kelas dan hubungan antara guru-ortu, guru-guru dan guru-murid bisa dinilai dan menjadi inidikator apakah guru tersebut layak mendapat peringkat sebagai guru yang baik, kurang baik atau bahkan, guru yang excellent.


Tidak ada seorangpun yang sehandal diri kita, dalam mengkritisi dan mengubah langkah kedepan. Sekian tips ala ala Miss Tina. Bagaimana dengan guru-guru di luar sana? Sama kah? Sharing ide sangat terbuka lho.. Terimakasih.

Saturday, March 11, 2017

Motherhood: MP-ASI untuk si Aang Jalu

Tidak terasa, sekarang si bayi sudah akan memasuki bulan ke-enam. Yeay! Alhamdulillah, seperti tetehnya dulu, si dede juga harus campur ASInya dengan Sufor. Ketika mamahnya mengajar, dede minum susu formula saja, mamah pulang, dede lanjut minum ASI. Produksi ASI saya alhamdulillah, 3-4 botol 75ml per harinya, sementara si dede membutuhkan 4-5 botol 100ml per hari ditinggal, tekor ya.. it’s okay, dede, mom did her best, we should be greatful for it!

Saat hamil, lahiran anak  kedua, kemudian  mengurusnya hingga 2 bulan di rumah saat masa cuti dan ditinggal mengajar kok, santai banget. Sakit sedikit, tidak seheboh tetehnya, kalem banget menjalani keseharian dengan si dede. Saat pagi dan sore hari pun, kami, saya, teteh, suami dan dede bisa melewati quality time kami, sekedar mengajak  bermain si dede, ngobrol atau melihat tetehnya yang dengan berbagai cara mengajak dedenya bemain dan mulai mengatur dedenya.

Suatu sore, saat dede menyusu dan gusinya gatal karena mau tumbuh gigi. Si teteh ngobrol sama dede.

Sekar: Dede, kalo nenen jangan gigit-gigit nenen mamah ya! kasian, sakit.
Saya: ....  (senang, terharu dan mulai berpikir, saya segitunya yaa kalau ngomong, waduh)

Makanan pertama si dede, sepertinya akan jatuh kepada buah favorit keluarga kecil kami. Pisang. Yes, si teteh bisa habis 3-4 pisang sehari loh.. bapaknya? Sama. Pakai susu oke, dimakan begitu saja, ayo. Wihh.. dapat ide, top 5 makanan favorit keluarga Afandi. Nantikan reviewnya ya!

Oke kembali lagi ke MP-ASI Aang, selain pisang, pilihan kedua adalah kentang. Kentang dikukus dan dihaluskan lalu dicampur ASI atau sufor. Pilihan ketiga jatuh ke buah kukus: Apel. Rasanya yang lembut cocok untuk si dede yang baru mengenal makanan. Pilihan keempat adalah sayur kukus dan dihaluskan: wortel. Kemudian yang terakhir adalah kue khusus bayi yang bisa jadi finger food dan juga bisa dilumerkan pakai air. Wahhh.. saya menghindari MP-ASI instant, tapi untuk jaga-jaga, kehabisan ide, boleh lah kita nyetok.
Setelah mencari tahu diberbagai sumber, ini dia bahan-bahan untuk memebuat MP-ASI, nanti. Semoga Rajin!
Sumber karbohidrat: 
beras putih, beras merah, kentang, jagung, ubi jalar kuning/merah, ubi jalar ungu, labu kuning, sukun dan arrowroot (tepung garut).
Sumber vitamin, mineral dan serat: 
avokad, pisang ambon, pepaya, melon, apel merah, pir hijau, wortel, bayam erah, bayam hijau, daun katuk, daun labu, tauge, brokoli, kembang kol, labu air, jamur, zukini dan bit. 
Sumber protein: 
kacang hijau, kacang kedelai. 

Tuesday, February 28, 2017

Education: Perbanding S1 PG PAUD Kelas Karyawan di Bandung

It’s time to learn more abilities!
Setelah lima tahun memutuskan untuk  berkecimpung di dunia anak usia dini, akhirnya saya harus kembali ke kampus. Menimba ilmu Pendidikan Guru Anak Usia Dini. Bulan Pebruari ini, saya melakukan kunjungan ke dua kampus dekat sekolah yang menyediakan kelas karyawan PG PAUD. Karena sebelumnya saya sudah menempuh strata 1 di FPBS (Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni), yaitu Pendidikan Bahasa Prancis, sekarang saya akan masuk ke FIP (Fakkultas Ilmu Pendidikan), mengambil Pendidikan Guru PAUD.

Ada dua kampus yang saya datangi, satu yaitu UNINUS atau Universitas Islam Nusantara yang berada di Jalan Soekarno-Hatta no 530. Dari sekolah ke kampus, sekitar 30 menit. Dekat Carrefour Samsat. Itu loh, perempatan yang lampu merahnya lumayan lama. Jika dari arah sekolah menuju kampus, enaknya belok kanan menuju pasar kordon dan melewati jalan belakang kampus. Jika terus lurus harus berbelok dengan resiko melewat lajur jalan tengah yang mobil/motornya ngebut.  Kampus yang kedua adalah STAIM BANDUNG atau Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Bandung yang berada di jalan K.H. Ahmad Dahlan (Banteng Dalam) no 6 Bandung. Dari sekolah dekat sekali, sekitar 15 menit sudah sampai.



Setelah menimbang dan membayangkan seperti apa kedepannya, voila, inilah perbandingan kecil-kecilan a la Tina Afandi:
Perbandingan
PGPAUD UNINUS
PIAUD STAIM
Jam Kuliah
Kamis-jumat
Jam: 13:00-18:00
Sabtu
Jam: 07:00-18:00
Jumat
Jam: 13:00-18:00
Sabtu
Jam: 07:00-18:00
Mata Kuliah Konversi
9 Mata Kuliah
(20 sks)
5 Mata Kuliah
(10 sks)
Sisa Semester yang harus diambil
6-7 semester
(setiap semesternya bisa mengambil mata kuliah tambahan, jika mampu)
9 semester
(paket per semester sudah fix)
Muatan Kuliah
Lebih khusus dan mendalam mengenai Pendidikan PAUD
Lebih Khusus ke PAUD Islam karena bekerjasama dengan IGRA, muatan ke-Islam-annya lebih banyak
Biaya
Semester 1: Sekitar 5jt
Semester selanjutnya: Sekitar 4 jt
Semester 1: Sekitar 3 jt
Semester selanjutnya: Sekitar 1,5 jt
Akreditasi
Sudah
Masih Dalam Proses

Di kedua kampus, jadwal kuliahnya, enak sih, pas. Waktu kuliahnya per semesternya lebih banyak di STAIM dibandingkan di UNINUS. Kedua, Mata kuliah konversi lebih banyak di UNINUS dibandingkan di STAIM, hampir mata kuliah satu semester tidak usah diambil lagi, tinggal melanjutkan ke mata kuliah yang lain. Selain itu di UNINUS bisa mengambil mata kuliah lain diluar mata kuliah per semesternya, asalkan sanggup. Dari muatan mata kuliahnya, UNINUS lebih khusus ke AUD, sementara di STAIM banyak ke muatan ke-Islam-annya. Dari pembiayaan, selisih 8jt hingga selesai, jika lancar ya.. ini  nih yang harus dipertimbangkan, sebagai ibu rumah tangga, agar pembiayaan kuliah tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Insya Allah, ada niat ada rezeki. Amin. Di kedua kampus, kita bisa mencicil biaya kuliah setiap bulan. Cocok banget untuk ibu rumah tangga kaya saya. Yang terakhir, akreditasi, penting banget, karena, biar aman dan nyaman, kuliah kita.
Setelah membandingkan kedua kampus ini, menurut saya, kalau ingin biaya ringan, tempat dekat enaknya pilih STAIM , tapi kalau ingin cepat selesai dan khusus keilmuannya mengenai AUD ya di UNINUS. Sudah diputuskan akan mengambil UNINUS saja dengan pertimbangan yang telah dijelaskan di atas.


Semangat belajar!

Saturday, February 25, 2017

Parenting: Early Literacy for Kids (3)

Kesulitan Membaca

Setelah selesai satu sesi mengajar Bahasa Inggris di kelas, tentang Phonics huruf Pp-Tt, dengan menggunakan metode memory games melalui kartu bergambar, drill dan permainan. Kemudian diakhiri dengan kegiatan menebalkan dan menempelkan huruf P sampai T pada masing-masing gambar, muncullah pertanyaan dari salah satu anak.

"Miss ini teh huruf apa?"

Oh, saya menjelaskan singkat sama si anak.

Ternyata tetap belum mengerti. Kemudian guru kelas datang menghampiri dan mendampingi anak tersebut dengan sabar. Si guru mengajak anak tersebut mengingat kembali huruf-huruf yang dimaksud oleh saya. Dua hingga tiga kali menjelaskan dan memberikan contoh, Akhirnya, anak tersebut menyelesaikan tugasnya.

Muncul pertanyaan dalam benak saya, bukannya di kelas TK A sudah diperkenalkan dengan simbol-simbol huruf, kok masih belum tahu hurufnya apa? Oh mungkin belum mengerti. Atau metode pembelajaran yang saya terapkan kurang menarik dan dimengerti anak? Atau saya menetapkan capaian pembelajaran yang terlalu tinggi? sebagai seorang guru yang membuat, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran selama satu tahun, saya tak hentinya bertanya.

Siang harinya, saya ngobrol dengan guru kelas tadi, ternyata anak tersebut memiliki kesulitan dalam membaca. Lebih tepatnya dyslexia. Setelah membaca salah satu penelitian tentang kemampuan membaca anak, berikut kutipannya:

Dalam mengajarkan membaca harus memperhatikan aspek-aspek perkembangan anak. Menurut Ahmad Rofi’uddin (1998:50) pengajaran membaca diarahkan pada aspek-aspek:
(1) Pengembangan aspek sosial anak, yaitu : kemampuan bekerja sama,  percaya diri, pengendalan diri, kestabilan emosi, dan rasa tanggung jawab.
(2) Pengembangan fisik, yaitu pengaturan gerak motorik, koordinasi gerak  mata dan tangan.
(3) Perkembangan kognitif, yaitu membedakan bunyi, huruf, menghubungkan  kata dan makna. (sumber)


Pada poin ketiga tentang perkembangan kognitif, ketika membedakan bunyi dan huruf maka ada bagian otak yang bekerja. Sebelum sampai ke sana, mari kita telusuri dulu. Apa sih dyslexia itu? Salah satu faktor kesulitan membaca adalah disleksia. (sumber)

Dyslexia adalah sindroma kesulitan dalam mempelajari komponen-komponen kata dan kalimat dan dalam belajar segala sesuatu yang berkenaan dengan waktu, arah dan masa. Faktor penyebab dyslexia adalah keturunan, trauma otak dan gangguan pengolahan fonologi.

Tahapan membaca diawali dengan timbulnya kesadaran terhadap tulisan, anak mulai menyadari pentingnya buku, kadang dia akan membawanya kemana-mana. Kedua, tahap membaca gambar, anak TK sudah mulai memaknai dirinya sebagai pembaca, memberi makna gambar, Ketiga adalah tahapan pengenalan bacaaan, pada tahapan ini anak TK teah dapat menggunakan tiga  sistem bahasa, seperti fonem (bunyi huruf), semantik (arti kata) dan sintaksis (aturan kata atau kalimat) secara bersama-sama. Anak yang sudah tertarik pada bahan bacaan mulai mengingat kembali bentuk huruf dan konteksnya. Terakhir adalah tahapan membaca lancar.

Ketika akan mengajarkan membaca kepada anak, ada beberapa faktor yang harus kita perhatikan, agar kita lebih bijak menyikapi anak yang memiliki kesulitan membaca. Berikut ini adalah beberapa bimbingan terhadap anak yang kurang mengenali huruf. Jadikan huruf bahan nyanyian dan tampilkan huruf serta diskusikan mengenai bentuk (karakteristiknya) khususnya huruf-huruf yang memiliki kemiripan (seperti p, b, q dan d)


Voila, tulisan kali ini.. nantikan tulisan selanjutnya ya!

salam.

Sunday, February 19, 2017

Education: Mahluk Menyebalkan Bernama "Anak Kecil"

Tidak pernah terpikir akan menjadi guru PGTK. Dulu saya benci yang namanya anak kecil. Rasanya, saya tiba-tiba besar saja.

Tidak pernah terbayangkan akan disalami tangan oleh murid-murid ketika kami berpapasan di pagi hari atau ketika berpisah siang harinya.

Tidak pernah terlintas akan begitu terfasilitasi kegemaran saya akan seni, cat, kuas, kertas, gunting, lem, pensil warna dan semua barang-barang untuk membuat karya seni yang tersedia. Meski hanya dipamerkan beberapa hari saja. Senangnya minta ampun.

Kisah menuju guru PAUD ini berawal dari pertemuan dengan teman kuliah di angkot. Saat itu saya sudah mengajar les part-time dan masih rajin main ke kampus, sekedar ngopi dan melamun di halaman depan gedung ISOLA.

Kira-kira begini percakapan waktu itu.
Saya: hei!
Wika: hei, mau ke mana?
Saya: ke kampus ketemu temen.
Wika: oh.. Udah kerja?
Saya: udah.
Wika: dimana dan bla bla bla

Akhirnya...

Wika: sekolahku lagi buka lowongan, mau coba?
Saya: dimana? Ngajar apa?
Wika: ngajar anak playgroup. Coba aja. Ini alamatnya.
Saya: oh G****?
Wika: iya, tapi buat K*******nya sih. Gmn?
Saya: boleh lah.


Meski miskin pentahuan tentang anak. Lebih tepatnya benci anak-anak. Lalu saya coba saja. Awal-awal masuk kerja sebagai fresh graduate yang ga punya pengalaman ya,, apa lagi sih yang dinilai selain kemampuan bahasa inggris lisan yang cukupan, keterampilan ngajar saat micro teaching, wawancara kemudian diospek. Iya sebelun tanda tangan kontrak kerja, saya diundang untuk masuk ke kelas yang sudah berjalan dan mulai interaksi dengan anak-anak, mengajak mereka bermain, mengobrol.

Anak-anak itu menyebalkan. Jika ingin mainan, nangis. Ingin pipis tapi belum bisa ke toilet sendiri nangis. Hobinya jambak-jambak rambut. M.E.N.Y.E.B.A.L,K,A,N maunya menang sendiri, Dia pikir dialah pusat perhatian, semuannya adalah miliknya. Mainan A punya dia, perosotan punya dia. Semua milik dia. Sampai satu sekolahpun itu miliknya. Egois.

Tapi setelah lebih dekat mengenal mereka. Keseharian mereka. Kepolosan dan kemampuan kecil yang tiba-tiba muncul ditengah term (istilah pembuatan laporan per 3 bulan sekali), sukses membuat saya jatuh cinta dengan dunia anak. Mereka memang kertas putih yang bisa kita (orang dewasa) gambari dan taruh warna apa saja. Tangisan dan amarah mereka adalah bentuk komunikasi, jauh sebelum mereka berbahasa. Jambakan, cakaran dan tendangan mereka adalah wujud keingintahuan yang besar akan aksi-reaksi. Kemampuan yang kita (orang dewasa) pikir, gampang, ternyata sulit loh untuk mereka pelajari, seperti pipis di toilet, mencuci tangan, makan sendiri dan menyikat gigi. Mereka butuh kita untuk mengajarkannya.

Rasa benci ini semakin hilang dan pudar ketika, saya diingatkan kembali dengan berbagai teori tumbuh kembang anak, kemampuan majemuk dan seabrek teori-teori yang secara jelas nyata jika saya gunakan kepada murid saya, maka akan terlihat perbedaan pada anak, nantinyan. Anak kecil akan selalu menyebalkan. Begitulah mereka hingga kita tahu kunci untuk menaklukannya.

Yuk simak postingan selanjutnya tentang anak-anak!